Rabu, 04 Agustus 2010

Smanor Tambah Cabor Voli Pantai

Sidoarjo-Bertepatan dengan perayaan diesnatalis ke-10 Sekolah Menengah Atas Negeri Olah Raga (Smanor) Jawa Timur, Minggu (18/7), Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Dr. Harun, MSi, MM juga membuka secara seremonial cabang olah raga (cabor) baru di Smanor, yaitu Voli pantai.

Dalam perayaan disnatalis tersebut diperagakan beberapa cabang olahraga di Smanor. Diantaranya, gulat, judo, silat dan karate yang baru tahun pertama ada di Smanor. Dalam pertunjukan tersebut dikeluhkan kondisi matras untuk latihan gulat dan judo yang kurang layak.

Ditengah prestasi Smanor yang kian tinggi, dengan dibuktikan melalui berbagai pencapaian juara ditingkat daerah, nasional maupun internasional, sarana prasarana pendukung proses pelatihan dan belajar mengajar dianggap perlu ditambah.

"Kami (Dinas Pendidikan Jatim) sangat mendukung prestasi Smanor. Maka tahun ini kami telah mengajukan permohonan ke dewan untuk penambahan sarana dan preasarana Smanor," ujar Harun disela-sela acara.

Harun mengimbuhkan, rencana pembangunan bisa dilakukan 2011 nanti. Sarana prasarana yang akan ditambah antara lain, lapangan voli pantai, kolam renang, gedung serbaguna dan asrama putri.

Sebelumnya sekolah yang mempunyai visi unggul dalam prestasi olahraga dengan berlandaskan intelektualias dan Imtaq tersebut, memiliki enam cabor yang menjadi jurusan pembinaan. Yaitu cabor gulat, judo, silat, renang, atletik dan sepak takraw.

Penambahan cabor voli pantai ini pun bukan tanpa alasan. Dinas pendidikan jatim sebelumnya melakukan kajian setelah datang surat perintah dari KONI pusat. "Saya berharap kedepan anak-anak dapat meningkatkan rasa percaya dirinya untuk lebih berprestasi lagi," katanya.

Sekolah yang beralamat di Desa Pagerwojo, Buduran, Sidoarjo ini berdiri sejak tahun 2000, bertepatan dengan penyelenggaraan PON XV Jatim. Berdasarkan PERGUM No.120 tahun 2008, sejak September 2009 sekolah yang membina ratusan atlet muda daerah Jatim tersebut berubah statusnya menjadi UPT Smanor Jawa Timur.

Pembinaan ini tak berujung sia-sia, banyak prestasi yang telah dicapai Smanor hingga saat ini. Untuk Kejurnas Remaja 2009 saja Smanor berhasil meraih Juara pertama untuk nomor Hot Sprint Kejurnas yunior dan remaja dengan 17 medali. Hampir 80 persen siswa–siswi di Smanor berprestasi di nomor cabangnya masing-masing.

Pada Popnas 2009 misalnya, Smanor sukses meraih tiga nomor. Yaitu Juara 1 nomor estafet atas nama Friska yesi, medali perak untuk nomor jalan cepat atas nama wulan dan medali perak untuk nomor 800 meter jarak menengah oleh Adi yudha.

Prestasi para alumni Smanor yang kini bergabung dalam pelatda, diantaranya Nur Rohman mendapatkan medali perak nomor sprint 400 meter di Sea Games kemarin. Heru Astrianto merengkuh medali perak nomor 400 meter Sea Games. Ali Wardana mendapatkan emas di PON Kalimantan Selatan. dan Slamet santoso meraih perak di PON untuk nomor lompat jauh.

Smanor mengambil siswa berprestasi dari seluruh kabipaten dan kota di Jatim. Selanjutnya akan diseleksi kembali menurut cabang olahraganya masing-masing. "Tahun ajaran ini ada 67 siswa baru," tutur kepala UPT Smanor Drs. Syamsudi, MM. N/F: Subagus Indra







Mahasiswa Sumbang Pikiran Perangi Bahaya Narkoba


Surabaya-Terhitung dari Januari hingga Juni 2010, data kasus narkoba berdasarkan profesi yang dihimpun Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jawa Timur, tercatat 86 kasus dilakukan mahasiswa dan pelajar.

Berniat mengurangi angka tersebut, dengan semangat Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) yang telah diperingati 24 Juni 2010 di Nganjuk, Kamis (15/7) BNP Jatim menyelenggarakan workshop Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba bersama 100 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Surabaya.

Menurut Kasubid advokasi BNP, Hartono, SH, MSi, acara yang diselenggarakan di Java Paragon hotel and residence ini bertujuan untuk meningkatkan peran mahasiswa dalam memerangi bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

50 perguruan tinggi yang diundang, masing-masing mendelegasikan dua mahasiswanya untuk mengikuti rangkaian acara tersebut. Mahasiswa diberi hak bertanya dan menyuarakan aspirasinya. Hal tersebut diwadahi dengan dibukanya forum bagi mahasiswa untuk menyusun kiat-kiat, metode dan peran mereka turut aktif menanggulangi bahaya dan peredaran gelap narkoba.

“Selama ini kami (BNP) telah melaksanakan program represif (pemberantasan), treatment (pengobatan), rehabilitatif (penyembuhan) dan preventif (penyuluhan). Seperti yang kami lakukan bersama kawan-kawan mahasiswa saat ini,” tutur Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNP Drs. H. A. Madjid Tawil.

Sebelumnya, mahasiwa diberi materi tentang bahaya narkoba dari sudut pandang hokum, medis dan pendidikan. Materi perspektif hokum dibawakan oleh Komisaris Polisi (Kompol) Suliestyorini, SH, S.Psi.

Sedangkan dari segi pendidikan disampaikan oleh Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Drs. Soubar Isman, SH, MH, MBA, MSC yang juga berperan menjadi staf ahli BNP Jatim. Kemudian pakar Narkoba dan HIV/AIDS, Dr. Soetjipto, SpKJ, memaparkan bahaya Napza dari bidang medis.

Acara ini mendapat tanggapan poitif dari para peserta. “Saya merasa sangat senang acara ini melibatkan peran mahasiswa untuk ikut memerangi narkoba. Saya dapat bertanya banyak langsung pada ahlinya soal bahaya narkoba yang mengintai disekitar kita,” kata Sahid, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Mahasiswa silih berganti men-sounding ide dan gagasannya memerangi narkoba. Sahid menambahkan, mahasiswa dapat berkreasi melalui kegiatan-kegiatan positif mengisi waktu luangnya, agar lebih bermanfaat. Jadi tidak menjadikan nerkoba sebagai bahan pelampiasan.

“Kita dapat mendirikan LSM anti narkoba yang menitik beratkan pada gaya hidup sehat. Bila fokus pada narkoba, ada kekhawatiran akan ditinggalkan. Jadi buat senyaman mungkin sesuai lifestyle anak muda tanpa narkoba,” kata Huda, mahasiswa universitas Narotama.

“Saya berharap pertemuan ini dapat memotivasi mahasiswa untuk turut andil memerangi bahaya narkoba. Sehingga dapat bekerjasama dengan pihak BNP maupun kepolisian dalam pemberantasan peredaran gelap narkoba” harap Madjid.

Selain itu, imbuhnya, mahasiswa dapat menjauhkan pergaulan dan lingkungannya dari narkoba. “Karena hidup lebih indah tanpa narkoba,” tuturnya diakhir acara.

Diwaktu terpisah, Dr. Soetjipto menghimbau agar tidak menjauhi dan mengasingkan bekas pemakai narkoba dalam masyarakat. “Karena mereka membutuhkan dorngan motivasi untuk hidup, jangan malah dikucilkan,” tukas dokter laboratorium Metadhone RSUD Dr. Soetomo. N/F: Subagus Indra

Kamis, 22 April 2010

Lenggang











Suasana Tujungan Plasa 3 jalan Basuki Rahmat Surabaya, Kamis (15/4). Lenggang, tanpa pengunjung. gambar ini diambil pukul 09.30 WIB. sebelum pusat perbelanjaan kota pahlawan tersebut dibuka. (Subagus Indra)