Minggu, 03 Oktober 2010

Ramadhan Fun Ala Sekolah Kreatif

Tergelitik oleh pengalaman pribadi yang menganggap pendidikan Indonesia mengalami stagnasi, menjadi cikal bakal berdirinya sekolah kreatif SD muhammadiyah 16 Surabaya. Dengan menyuguhkan konsep belajar edutainment, belajar sambil bergembira, sekolah kreatif ini memberikan banyak ruang berekspresi untuk murid.

“Kami sengaja menciptakan suasana yang nyaman bagi murid. Dari tampilan fisik sekolah, cara mengajar, lingkungan belajar hingga SDM yang mengajar. Agar mereka tak merasa takut. Sehingga berani menyampaikan pertanyaan maupun pendapatnya.” Ujar konseptor sekolah kreatif, Heru Tjahjono.

Tak hanya belajar teori didalam kelas, pendidikan outdoor, mendatangkan guest teacher, perjalanan keluar hingga praktek belajar diberikan pada murid. Seperti kesempatan bulan suci Ramadahan yang juga digunakan untuk praktek belajar beramal, berbagi serta beribadah.

Tibanya bulan Ramadhan kali ini pun disambut antusias. Terbukti dari rentetan kagiatan pondok Ramadhan yang mereka gelar dari 18 Agustus hingga 4 September. Dari buka bersama hingga bakti sosial. “Buka bersama kami lakukan keliling dari rumah ke rumah beberapa murid secara bergantian. Ini bertuan untuk menumbuhkan suasana kekeluargaan antara murid, guru dan wali murid,” jelasnya pada Prestasi.

Gairah berbagi, beramal dan beribadah para murid sengaja ditingkatkan dengan kegiatan selaras. Disekolah mereka yang berada di daerah Barata Jaya, Surabaya, diselenggarakan pula layanan kesehatan dan sembako gratis untuk masyarakat sekitar. “Karena dibulan yang penuh berkah ini kami ingin mengajak anak-anak (murid) untuk ikut berlomba-lomba mendapatkan pahala dan berkah-Nya,” tutur pria yang juga menjadi Tim Inovasi Pengembangan Sekolah (TIPS) Sekolah kreatif tersebut.

Selain pembagian ta’jil gratis dan tarawih bersama, murid-murid juga diajak buka bersama tukang becak dan pengajian berjamaah. “Selama bulan puasa ini murid juga dituntun untuk beramal di kaleng infaq. Hasilnya akan diberikan pada teman-teman mereka yang Dhuafa,” imbuh Heru.
Sekolah yang mengadopsi gaya sekolah-sekolah internasional di luar negeri ini, membuat anak didiknya terasa nyaman disekolah dengan menyulap tampilan fisik sekolah menjadi menyenangkan. Dinding, jendela hingga pintu sengaja dibentuk menyerupai wajah badut dengan warna-warna cerah. Di sini juga terdapat arena bermain jembatan gantung agar murid tak merasa bosan.

Output yang diharapkan sekolah yang jumlah muridnya lebih dari 400 anak ini adalah untuk menciptakan pribadi murid yang berkarakter. Karena diakui Heru setiap anak memiliki kepribadian dan minat yang berbeda-beda.

Mendukung hal tersebut, Sekolah yang mengusung konsep full day ini menyediakan sekitar 20 ekstrakurikuler sebagai wadah penampung minat murid. Diantaranya, kiroah, barongsai, biola, catur, menggambar, renang, wushu dan robotika.

Murid-murid dididik untuk berani menggunakan bahasa inggris. Agar mereka tak kagok nantinya. Selain itu, peningkatan SDM pengajar tak luput dari perhatian. Peningkatan mutu guru dilakukan baik eksternal maupun internal. “Karena bukan tak mungkin murid bisa jadi lebih pandai dari pada gurunya.” Ujar ketika ditemui Pretasi.

Heru mengimbuhkan, setiap hal yang cenderung menjadi lebih baik merupakan sebuah prestasi. “Kami memberikan reward untuk setiap prestasi murid sekecil apapun, yaitu dalam bentuk pin yang ditempelkan di dada mereka. Itu membuat mereka lebih termotivasi menjadi lebih baik,” jelasnya.

Berkaitan dengan pemerataan pendidikan untuk rakyat bawah hingga atas. Heru mengaku sekolah kreatif ini telah melakukannya. “Kami juga memberikan bantuan untuk murid kurang mampu dalam bentuk beasiswa. Kami juga tidak melakukan tes saat peneriamaan siswa baru. Jika kuota sudah terpenuhi baru ditutup,” tuturnya.
N/F: Subagus Indra

Minggu, 22 Agustus 2010

Hilangkan Penat dengan Ikan Hias Air Laut

Beberapa ikan warna-warni nampak saling berkejaran. Sebagian bersembunyi dibalik terumbu karang hidup. Dengan jenis berbeda-beda seakan menghipnotis dan membawa kita ke negeri dasar laut.

Mulai awal tahun ini, Januari 2010, di Jalan Gunungsari Surabaya didirikan sentra penjualan ikan dan perangkatnya. Disini berdiri deretan stand yang menjual barang-barang yang berkaitan dengan ikan. Tak hanya ikan hias, ditempat ini juga terdapat aquarium, pakan, hiasan hingga piranti memancing.

Jenis ikan yang ada pun berbagai jenis. Dari ikan air tawar hingga ikan yang hidup di laut pun ada. Seperti stand milik Ica, disini menyediakan berbagai macam ikan hias air laut. “Disini ada sekitar 1000 spesies,” ungkapnya pada surabayatraveler.com.

Nemo, pari, kerapu macan, belut laut dan ikan batik atau bronkeli adalah beberapa dari koleksi ica digerainya. Pemeliharaan jenis ikan ini berbeda dengan ikan air tawar umumnya. Ikan ini dapat hidup bila dipelihara di kolam dengan ukuran luas sekurang-kurangnya satu meter kubik.

Selain itu, tentu air yang dipakai adalah air laut. Air ini harus diganti setiap tigaminggu sekali untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan ikan. Tujuan lain adalah untuk menghadirkan suasana habitat asli ikan, yaitu suasana laut. Sehingga Anda pun dapat menambahkan hiasan karang didalam kolam.

Pakan untuk ikan laut pun berbeda. “Pakannya berasal dari udang yang di cincang dan dikeringkan,” jelas Ica.

Di tempat ini juga menjual pakan ikan, karang sebagai hiasan kolam hingga air lautnya. Ica menghargai air laut sebesar Rp 150 per liternya. Sedangkan ikan-ikan tersebut dihargai Rp 5 ribu hingga Rp 1 juta, tergantung jenis atau spesies yang dibeli.

Meskipun begitu, Ica mengaku merasa duka ketika banyak ikan yang tak laku dan akhirnya mati. Karena menurutnya, sejak dorongan pemerintah kota Surabaya untuk memindahkan lapaknya yang semula berada di seberang jalan Gunungsari ke tempat ini, pendapat mereka jadi menurun. “Tapi liat ikan-ikan ini bisa jadi obat penghilang stress. Meskipun sepi pengunjung, tapi nggak terasa. Rasanya masalah-masalah itu jadi hilang sejenak. ” akunya. (N: Subagus Indra/F: Reza Nurmansyah)

Raup Rezeki dari Prasasti


Melintas di Jalan Ngagel Jaya Selatan, depan taman makam pahlawan Surabaya. Deretan batu alam terhampar dipinggir jalan raya. Ada yang digantung, ada pula yang ditata berjejeran rapi. Sebagian besar sudah dipahat berbentuk persegi panjang dan balok beragam ukuran. Didominasi warna bebatuan alam dan hitam. Diatasnya terukir tanggal dan nama-nama orang.

Teguh, Pria yang mengaku asli Surabaya ini telah menekuni usaha jasa pembuatan prasasti dan batu nisan sejak Sembilan tahun lalu. “Awalnya belajar dari teman di Kalimantan. Setelah bisa, saya berniat mendirikan usaha sendiri,” kenangnya.

Dilapaknya yang terletak dibahu jalan raya, hanya ada satu tempat duduk panjang yang terbuat dari kayu, tersandar di sisi luar pagar areal taman makam pahlawan. Panas terik Surabaya masih terhalang oleh seng lapuh, melindungi tiga pekerja yang sibuk menyelesaikan enam buah pesanan batu nisan. Bentuk prasasti dan batu nisan yang dibuatnya merupakan hasil kreasinya sendiri. Namun pelanggan dapat memesan dengan desainnya sendiri. “Kita ini hanya melayani,” tutur pria 41 tahun ini.

Bahan dasar pembuatnya berasal dari berbagai macam batu alam. Batu onix, marmer granit, granit beling, granit Italy, marmer Tulungagung, dan masih ada lagi yang lainnya. Semuanya ia dapatkan dari Tulungagung.

Harga yang dipatok tergantung dari jenis batu dan ukurannya. Granit beling dihargai paling murah. Tak heran batu jenis ini paling banyak diminati pemesan. Harganya berkisar mulai Rp 400 ribuan. “Untuk harga kita punya patokannya, tapi nanti kesepakatan kami dan pemesan,” jelasnya.

Dibantu tiga pekerja, Teguh mampu menyelasaikan pesanan kurang dari satu minggu. “Tapi kalau bulan puasa pesanan makin banyak, sampai-sampai kami kualahan,” katanya. Ia harus menambah jumlah pekerja sekitar tiga orang lagi. Karena hampir semua pemesan menginginkan batu nisannya jadi sebelum lebaran untuk memerbaiki makam sanak saudara dan kerabatnya.

Pemesannya berasal dari berbagai daerah. Bahkan sudah sampai keluar pulau Jawa. “Pelanggan saya juga ada sampai di Banjarmasin,” ujarnya. Teguh membuka lapaknya tidak menentu, lagi-lagi tergantung jumlah pesanan yang diterimanya, biasanya dari jam 7 pagi sampai 5 sore. (N: Subagus Indra/F: Reza Nurmansyah)