Senin, 21 Februari 2011

Nikmatnya Bikin Pelanggan Balapan


Cita rasa sambal yang mantab, berpadu dengan kenyalnya toge membuat lontong balap Pak Tjip mampu menggoyang lidah para pelanggan.

Soetjipto, mulai merintis usaha kulinernya ini sejak 24 tahu lalu. Berawal dari gerobak dorong, kini lontong balapnya telah dapat dijumpai di jalan Gubeng Kertajaya XV. Meskipun bukan warga Surabaya Asli, namun racikan lontong balapnya patut untuk dicoba. “Awalnya Saya mendapatkan usaha ini dari teman. Seterusnya Saya belajar membuat lontong balap sendiri,” ujar laki-laki kelahiran Semarang ini.

Dalam berdagang laki-laki 56 tahun ini sangat memperhatikan pelayanan pada pelanggan. Selain itu kualitas rasa juga terus dijaga. “Pembeli adalah raja. Jadi Saya sangat mengutamakan tiga hal, yaitu Pelayanan, kebersihan dan Kualitas rasa,” tuturnya.

Menurut beberapa pelanggan, lontong balap pak Tjip memiliki keistimewaan pada sambal dan togenya. “Togenya sangat kenyal. Enak sekali. Nggak seperti lontong balap lain yang Nyo-nyot,” ujar salah pelanggan.

Soetjipto mengaku memproduksi sendiri lontong balapnya. “Semuanya, dari tempe, lento hingga sayurnya Saya membuat sendiri,” aku Soetjito.

Tak heran setiap harinya, meskipun buka dari jam 09.30 WIB, lontong balapnya sudah ludes diserbu pelanggan sebelum jam 14.00 WIB. Untuk satu porsinya, Soetjipto mematok harga 7.000 rupiah. berminat mencobanya?

naskah dan foto : subagus indra p.

Refleksi Kegagahan TNI, Jaga Kedaulatan NKRI


Berdiri tegap diatas gedung setinggi 29 meter, perwira AL ini memandang jauh kearah laut lepas. Mengenakan Pakaian Dinas Upacara I (PDU I) dengan pedang ditangannya, menunjukkan kewibawaan dan penuh tanggung jawab. Seolah tak gentar menghadapi segala serangan lawan, patung setinggi 31 meter ini merefleksikan TNI AL yang siap menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Patung Monumen Jelesveva Jayamahe (Monjaya) berada dalam kawasan basis kekuatan TNI AL, di dalam markas besar Koarmatim (komando armada wilayah timur). Berada disamping lapangan Apel Armatim.

Letaknya diapit oleh dua jalur penyeberangan, darat dan laut. Disisi timur membentang jembatan Suramadu. Sedangkan disisi barat menjadi jalur kapal Ferry penghubung Tanjung Perak dan Ujung Kamal.

Patung Monjaya tidak mencitrakan siapapun. “Patung ini hanya merefleksikan TNI AL.agar tidak ada kesenjangan dalam keluarga besar TNI AL,” ujar kepala dinas penerangan armatim, kolonel laut KH Yeyen Sugiana. Jalesveva Jayamahe diambil dari bahasa sansekerta yang artinya “dilaut kita jaya”.

Akses Monjaya

Karena letaknya yang berada dalam kawasan tertutup, membuat setiap wisatawan yang berkunjung harus menuruti prosedur birokrasi yang ketat. Sebab didalam kawasan tersebut terdapat banyak tempat privat. Seperti gudang penyimpanan senjata, kapal perang dan alosista yang lainnya.

“Monjaya terbuka untuk siapa saja. Namun pengunjung tetap harus menaati prosedur yang kami berlakukan. Demi keamanan dan kenyamanan,” jelas kepala dinas penerangan Armatim Yayan

Kamal Humas dinas penerangan Armatim, menjelaskan setiap wisatawan, baik rombongan maupun perorangan diharuskan mengirim surat perrmohonan kunjungan pada Armatim. Paling tidak dua minggu atau 10 hari sebelum kunjungan.

Setelah surat izin disetujui, wisatawan dapat datang ke koarmatim yang terletak sekitar 500 meter arah timur makam sunan Ampel. Sebelum masuk kawasan tertutup, pengunjung wajib mendatangi pos kloning yang bertugas menyaring orang asing yang hendak masuk kawasan tersebut. Pengujung wajib meninggalkan kartu identitas maupun paspor untuk prosedur keamanan.

Monjaya memiliki fungsi ganda. Patung yang konon tertinggi kedua setelah patung liberty di New York ini juga berguna sebagai menara pandu suar bagi kapal-kapal. Patung ini juga ditopang oleh gedung yang berfungsi sebagai museum Armatim. Didalamnya terdapat lukisan perjuangan jaman prarevolusi fisik sampai tahun 1990-an, foto-foto pasukan hingga miniatur alosista yang dimiliki TNI AL.


Simbol Estafet
Dalam proses pembuatannya, monumen yang pembangunannya dirintis mulai tahun 1991tersebut dibantu oleh berbagai pihak. Salah satunya adalah PT Telkom saat itu menyumbangkan beberapa material untuk pembangunan. TNI AL pun sengaja mengumpulkan selongsongan peluru-peluru bekas dipakai latihan untuk tambahan, karena bahan baku utama yang digunakan adalah tembaga, sehingga tak mudah berkarat. “Karena pembangunannya murni menggunakan dana swadaya TNI AL,” aku Yeyen.

Pembangunan yang diarsiteki oleh Nyoman Nuarta, lelaki asal Bandung, akhirnya diresmikan pada 5 Desember 1996, bertepatan dengan hari armada RI oleh presiden Soeharto.

Latar belakang dibangunnya monument ini adalah untuk tetenger tongkat estafet dari generasi lama menyerahkan tugas pada generasi baru.

Selain, Monjaya, tepat dibawah patung terdapat sebuah Gong yang dibuat dari sisa kuningan bahan baku patung. Gong Kyai Tentrem namanya. “Harapannya, agar kehadiran TNI AL dapat menjadikan tentram masyarakat sekitar,” tutur Yeyen.

Gong ini hanya ditabuh pada waktu-waktu tertentu. “Salah satunya saat penerimaan anggota akademi militer sebelum resmi menjadi warga koarmatim,” jelas Kamal.

naskah : subagus indra | foto : reza nurmansyah

Minggu, 03 Oktober 2010

Omzet Bibit Parfum Kian Wangi


Parfum begitu diminati masyarakat, tanpa pandang usia dan jenis kelamin. Aroma-aroma pilihan yang dapat menciptakan efek memabukan dan memancing minat serta perhatian tersebut, terdiri dari bermacam jenis. Setiap jenis parfum dapat menjelaskan identitas, kepribadian dan prestice seseorang.

Banyak alasan seseorang menggunakan parfum. Untuk beraktifitas sehari-hari, datang ke pesta, bertemu kekasih atau relasi, sampai saat beribadah agar dapat lebih kusyu’.

Kebutuhan parfum saat ini pun makin meningkat. Safir, salah satu pedagang bibit parfum di kawasan pasar makam Sunan Ampel Surabaya mengatakan, omzetnya per hari selama Ramadhan lalu meningkat hingga 50%. “Saya bisa mendapat lebih dari satu juta rupiah per hari,” ungkapnya pada surabayatraveler.com.

Jilu, Love Sara, Aqua Digid merupakan nama-nama jenis bibit parfum yang digilai banyak penikmat parfum. Bagi kebanyakan kaum hawa menyukai parfum jenis 212 Sexy. “Namun, kalau laki-laki biasa suka parfum dengan aroma yang tajam, seperti Aqua Digid. Sedangkan jenis Luzie diminati semua kalangan,” jelas pria 27 tahun ini.

Bibit-bibit parfum yang ada tak hanya berasal dari dalam negeri. Lapoor dan Luzie yang notabene berasal dari Swiss bahkan lebih diminati pelanggan. Namun, produk dalam negeri seperti hajar aswat pun tak kalah bersaing.

Tingkat keharuman yang diciptakan bibit parfum tergantung dari campuran yang diberikan. “Lebih sedikit campuran alkohol yang diberikan, lebih harum aroma yang tercipta,” ajar pria yang merintis usahanya 10 tahun lalu tersebut.

Harga jual yang dipatok berfariasi tergantung jenis yang dipilih. Berkisar antara 2000 hingga 2500 rupiah per cc. Jika Anda penggila wewangian dan ingin tampil lebih sempurna, tak salah bila anda mencobanya. N: Subagus Indra/ F: Reza N