Selasa, 19 April 2011

Inspirasi Band Baru, Piyu Bikin Buku

Resah dengan generasi band Indonesia yang meredup, gitaris band Padi, Piyu, meluncurkan buku biografi berjudul Piyu Life, Passion, Dreams and his legacy. Lewat buku ini Piyu ingin menginspirasi banyak orang lewat perjuangan hidupnya.

“Saya belum berani menyebut diri saya sukses. Tapi saya pikir banyak perjalanan hidup saya yang bisa saya ceritakan ke orang lain melalui buku, supaya anak muda atau anak band yang membaca buku ini ikut termotivasi dan terinspirasi,” papar Piyu dalam acara bedah bukunya Kompas Gramedia Book Fair di Gramedia Expo ,Surabaya, Jumat (15/4).

Ia mengungkapkan, perihatin dengan mental generasi band baru Indonesia yang dirasa kurang tangguh, sehingga tidak dapat meledak seperti band-band di era Piyu. Tak hanya lewat buku, sebelumnya Piyu telah bekerjasama dengan sebuah perusahaan rokok untuk menggelar ajang pencarian band-band pendatang baru. Saat itu, Piyu berpikir ingin membagi ilmu dengan anak-anak muda yang memiliki mimpi menjadi musisi.

“Setiap tahun ada event di Surabaya pencarian untuk menjadi superband. Saya pikir saya pernah menjadi seperti mereka. Saya merasa harus berbagi ilmu saya yang sudah saya dapatkan selama beberapa tahun berkarier di industri musik kepada anak-anak muda,” urainya.

Akhirnya, Piyu memutuskan menuangkan perjalanan hidupnya ke dalam buku. Dia memulai proses penulisan selama enam bulan dengan dibantu penulis lain. Dalam buku ini selain terdapat kisah perjalanan Piyu dan Padi, juga terdapat tips membuat lagu,bermain gitar sampai dokumentasi naskah lirik lagu-lagu yang sempat diciptakannya. “Saya selalu menddokumentasikan semuanya. Ini merupakan investasi yang baik untuk masa depan,” ujarnya.

Dalam acara tersebut Piyu juga menyumbangkan beberapa lagu secara acoustic bersama salah satu personil band baru yang sedang diproduserinya. Lagu-lagu yang dinyanyikan diantaranya Sobat, Kau Seperti Kekasihku dan Harmoni.

naskah dan foto : Subagus Indra

Senin, 21 Februari 2011

Cita Rasa Murni Tahu Campur Kapasari


Irisan tahu bersinergi dengan mie, kikil dan sambal petis, menghasilkan rasa yang mengundang selera. Perpaduan tersebut hadir dalam rasa sajian tahu campur Kapasari.

Terletak di Jalan Simokerto 43, Surabaya, tahu campur Kapasari buka dari jam 11 siang hingga 11 malam. Usaha yang dirintis oleh H. Munaji sejak 25 tahun lalu ini menyajikan aneka menu mantab. Diantaranya tahu campur, soto ayam dan lontong kikil. Kini, usaha kuliner ini telah dikelola oleh putra-putranya, salah satunya Firman.

Yang spesial di warung ini adalah sajian tahu campurnya yang terkenal lezat. “Resepnya turun temurun dari keluarga,” tutur Firman. Ia menambahkan, meski saat ini harga bahan baku sedang naik, namun pelayanan terhadap pelanggan tidak berkurang. “Kami tetap menjaga kualitas rasa. Meskipun harga bahan-bahan naik, tapi tidak ada pengurangan. Karena yang penting pelanggan puas,” tegas pria 43 tahun ini.

Menurut salah satu pelanggan tetap, keistimewaan tahu campur ini berasal dari kuahnya. “Kuahnya mantab,” tuturnya. Kentalnya kuah sangat pas. Belum lagi cita rasa sambal petis yang khas, membuat aromanya saja begitu menggoda selera.

Sayang sekali bila Anda melewatkan menu kuliner satu ini. Warung ini ramai dikunjungi konsumen ketika jam makan siang tiba. “Biasanya ramai jam 11 siang, waktu jam makan siang,” akunya. Untuk satu porsi tahu campur, Firman mematok harga 10 ribu rupiah.

naskah dan foto : subagus indra

Nikmatnya Bikin Pelanggan Balapan


Cita rasa sambal yang mantab, berpadu dengan kenyalnya toge membuat lontong balap Pak Tjip mampu menggoyang lidah para pelanggan.

Soetjipto, mulai merintis usaha kulinernya ini sejak 24 tahu lalu. Berawal dari gerobak dorong, kini lontong balapnya telah dapat dijumpai di jalan Gubeng Kertajaya XV. Meskipun bukan warga Surabaya Asli, namun racikan lontong balapnya patut untuk dicoba. “Awalnya Saya mendapatkan usaha ini dari teman. Seterusnya Saya belajar membuat lontong balap sendiri,” ujar laki-laki kelahiran Semarang ini.

Dalam berdagang laki-laki 56 tahun ini sangat memperhatikan pelayanan pada pelanggan. Selain itu kualitas rasa juga terus dijaga. “Pembeli adalah raja. Jadi Saya sangat mengutamakan tiga hal, yaitu Pelayanan, kebersihan dan Kualitas rasa,” tuturnya.

Menurut beberapa pelanggan, lontong balap pak Tjip memiliki keistimewaan pada sambal dan togenya. “Togenya sangat kenyal. Enak sekali. Nggak seperti lontong balap lain yang Nyo-nyot,” ujar salah pelanggan.

Soetjipto mengaku memproduksi sendiri lontong balapnya. “Semuanya, dari tempe, lento hingga sayurnya Saya membuat sendiri,” aku Soetjito.

Tak heran setiap harinya, meskipun buka dari jam 09.30 WIB, lontong balapnya sudah ludes diserbu pelanggan sebelum jam 14.00 WIB. Untuk satu porsinya, Soetjipto mematok harga 7.000 rupiah. berminat mencobanya?

naskah dan foto : subagus indra p.